Monday, 19 December 2016

MAKANAN & KEBIASAAN YANG TIDAK DIANJURKAN PADA SAAT SEDANG HAMIL


Melahirkan dan mempunyai bayi sehat adalah harapan dari setiap ibu hamil, berbagai cara pasti dilakukan untuk menjaga kesehatan bayi. Bahkan banyak kebiasaan yang berkembang di masyarakat yang berhubungan dengan kehamilan, kebiasaan yang bertujuan agar janin terjaga selama sembilan bulan sampai pada kelahirannya. Secara medis mungkin ada beberapa kebiasaan yang bisa diterima meskipun kebanyakan justru masih menjadi perkembangan penelitian medis untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan yang berkembang di masyarakat dengan kehamilan. Pada masa kehamilan ibu hamil dituntut agar memenuhi asupan nutrisi sebagai salah satu pendukung perkembangan janin selama kehamilan. Perkembangan janin di dalam kandungan memang sangat rentan terhadap pengaruh yang terjadi baik yang ditimbulkan dari turunan ataupun pola kehidupan sang ibu, sehingga mengakibatkan gangguan pada perkembangan janin. Ada makanan dan kebiasaan yang menjadi pantangan untuk ibu hamil.
Berikut adalah pantangan mengenai makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi dan kebiasaan yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil :

PANTANGAN MAKANAN & MINUMAN

1.  Ikan dengan Kandungan Merkuri

Umumnya ikan laut memang sangat bagus untuk kesehatan, termasuk kesehatan janin anda. Akan tetapi anda harus selektif karena jenis ikan yang mengandung merkuri tidak baik bagi janin anda. Ikan yang mengandung jenis merkuri tinggi adalah ikan mackerel, ikan todak, tilefish dikhawatirkan kandungan merkuri nya kan menggaggu perkembangan otak dan sistem saraf janin.

2. Makanan Pemicu Alergi

Apabila anda, pasangan atau anak yang lainnya memiliki riwayat alergi terhadap jenis makanan tertentu, maka risiko alergi memungkinkan dialami oleh janin yang anda kandung. Menghindari jenis makanan pemicu alergi seperti misalkan kacang atau produk olahannya, baik ketika hamil atau menyusui dapat menurunkan risiko alergi pada anak.

3.  Makanan Mentah

Makanan mentah yang berasal dari hewan dan sayuran memiliki resiko tinggi memicu gangguan kesehatan. Makanan dari ikan mentah seperti sushi, daging setengah mateng dan adonan kue yang masih mentah mengandung bakteri , virus , dan parasit yang lebih banyak sehingga mengganggu perkembangan janin anda. Apalagi jika diusia kandugan yang masih muda masih rentan terhadap keguguran. Sayuran mentah seperti kecambah mentah memiliki resiko bakteri yang lebih tinggi dibanding dengan sayuran lainnya. Ada baiknya anda mengkonsumsi makanan tersebut dengan memasak matang untuk menghindari resiko kesehatan.

4.  Kalori yang berlebih

Ketika anda sedang mengandung memang membutuhkan tambahan kalori akan tetapi dalam jumlah yang cukup dalam porsi yang tepat. Hal ini untuk menghindari masalah obesitas bagi anda yang sedang hamil. Ibu hamil yang mengalami obesitas sebelum dan karena kehamilan maka akan meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan tinggi atau terkena resiko diabetes. Akan tetapi bukan berarti anda dapat menurunkan berat badan pada masa kehamilan yang menghambat nutrisi untuk janin.

5.  Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Susu mentah belum dipasteurisasi tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil. Pasteurisasi yang dilakukan bertujuan untuk membasmi bakteri jahat dengan menggunakan suhu panas. Apabila anda akan mengkonsumsi susu atau produk olahannya, anda harus lebih teliti dan hati-hati. Perhatikan kemasannya, apakah sudah melalui proses pasteurisasi atau belum. Susu yang tidak dipasteurisasi berisiko mengandung bakteri listeria yang akan meningkatkan risiko keguguran dan penyakit serius.

6.  Kafein

Banyak penelitian yang menghubungkan antara kafein dengan kehamilan. Pada keadaan normal tidak mengandung kafein memang tidak baik dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih setiap harinya begitu juga dengan kehamilan karena kandungan kafein yang terdapat di dalam secangkir kopi, minuman supleman akan mengakibatkan resiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah bahkan dalam kasus yang parah akan mengakibatkan kematian saat lahir.

7.  Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol akan menghambat asupan nutrisi bagi janin anda selain itu oksigen yang dibutuhkan janin akan tersendat. Alkohol berpengaruh pada kemampuan otak janin sehingga untuk anda yang mengkonsumsi alkohol ketika mengandung beresiko tinggi dalam beberapa gangguan bayi saat lahir termasuk IQ dan gangguan fisik.

PANTANGAN KEBIASAAN & AKTIVITAS SEHARI-HARI

1. Memakai baju ketat

Menggunakan baju hangat akan meningkatkan resiko apalagi di bagian perut yang akan mengganggu perkembangan janin. Bagi anda yang ingin modis banyak baju hamil yang dapat anda pilih yang harus anda ketahui adalah baju tersebut tidak memiliki karet dibagian perut. Hal ini dilakukan untuk kesehatan anda dan janin.

2.  Merokok

Kebiasaan merokok yang tetap dilakukan selama masa kehamilan akan menyebabkan bayi terlahir dengan keadaan berat lahir rendah. Keadaan seperti ini tidak baik untuk bayi karena dapat menyebabkan anak tidak mampu belajar di masa depan. Tidak hanya itu, anak anda dapat kecanduan nikotin, bahkan ia akan cenderung merokok ketika usianya masih dini.

3.  Membersihkan Kotoran Kucing

Kotoran kucing dapat menjadi habitat untuk parasit yang berbahaya bagi ibu hamil. Infeksi parasit dapat menimbulkan gejala yang mungkin awalnya tidak disadari dan dirasakan oleh ibu. Akan tetapi, kemungkinan ibu hamil dapat mengalami keguguran atau bayi lahir dalam keadaan meninggal. Namun, jika bayi dapat lahir dengan keadaan selamat, infeksi parasit akan membuat bayi kejang atau mengalami penyakit kejiwaan.

4.  Berendam Dalam Air Panas atau Sauna

Selama kehamilan sebaiknya ibu menghindari ruangan atau lingkungan bersuhu panas. Berdasarkan penelitian, risiko keguguran yang dialami oleh ibu akan meningkat menjadi dua kali lipat apabila ibu berendam dalam air panas atau melakukan sauna pada usia kehamilan 3 bulan pertama.

5.  Mengkonsumsi Obat Tanpa Adanya Petunjuk Dari Dokter

Selama kehamilan ibu disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan tanpa adanya petunjuk dari dokter. Pasalnya, obat yang dikonsumsi oleh ibu hamil bisa masuk ke dalam plasenta dan sirkulasi janin dalam kandungan. Bahkan beberapa jenis obat diketahui dapat  di sekresi melalui air susu ibu (ASI), akibatnya kadar di dalam sirkulasi tubuh bayi akan sama dengan kadar dalam tubuh ibu. Dimana dalam kondisi tertentu dapat menimbulkan bahaya untuk bayi.
Beberapa jenis obat tertentu dapat dikonsumsi oleh ibu selama kehamilan atau selama masa menyusui jika memang terbukti aman, aman untuk ibu yang sedang mengandung atau untuk janin yang sedang  dikandung. Akan tetapi, jenis obat yang berbahaya dapat mempengaruhi ibu hamil dan janin yang dikandung. Tidak semua ibu mengetahui mana obat yang dapat dikonsumsi dan obat yang tidak boleh dikonsumsi. Sehingga tidak sedikit ibu yang mengkonsumsi obat sembarangan bahkan tanpa adanya petunjuk dari dokter. Karena seperti itu, sebelum mengkonsumsi jenis obat tertentu atau obat tradisional seperti jamu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya. Jangan gampang percaya pada orang yang memberikan pendapat, karena tidak semua orang mengetahuinya dengan pasti.

6.  Menggunakan Sepatu Hak Tinggi

Sepatu hak tinggi merupakan sepatu yang digemari oleh kalangan wanita karena membuat tubuh terlihat tinggi dan indah semampai. Namun, selama masa kehamilan sepatu hak tinggi penggunaannya tidak disarankan. Pasalnya, penggunaan sepatu hak tinggi selama masa kehamilan akan menyebabkan otot-otot yang terdapat di daerah pinggang mengalami peregangan. Karena seperti itu, ibu hamil dapat mengeluh pegal-pegal dan sakit pada daerah pinggangnya. Keadaan seperti ini disebabkan karena selama masa kehamilan wanita akan mengalami perubahan sumbu tubuh. Tubuh akan lebih condong ke arah depan dan ibu hamil akan berusaha untuk menegakan tubuhnya ke belakang, caranya yaitu dengan meregangkan otot-otot punggung dan pinggang.  Sehingga apabila ibu hamil tetap menggunakan sepatu dengan hak tinggi, maka peregangan otot akan semakin  bertambah di daerah punggung dan pinggang yang disebabkan karena beban ibu semakin bertambah, baik dari kandungannya atau sepatu hak tinggi yang ibu gunakan. Sehingga akibatnya keadaan ini akan membuat pinggang dan punggung ibu mengalami pegal dan kesakitan. 
Sepatu hak tinggi yang digunakan selama kehamilan pun dapat mengganggu keseimbangan tubuh ibu, terlebih lagi apabila kehamilan semakin membesar. Bahkan penggunaan sepatu hak tinggi akan meningkatkan risiko ibu terjatuh dan tentunya akan sangat berbahaya untuk ibu dan janin yang dikandung. Jika ibu terjatuh, akibatnya ibu dan kehamilan bisa mengalami trauma. Bahkan akibat lebih buruk yang dapat ibu alami yaitu mengalami keguguran atau cacat janin. Untuk itulah, hindari memakai sepatu hak tinggi selama kehamilan demi kenyamanan dan keselamatan ibu hamil, serta janin yang dikandung.

7.  Memakai Obat Anti Nyamuk

Obat anti nyamuk dianggap paling efektif untuk mencegah nyamuk menggigit. Namun, penggunaan obat nyamuk selama masa kehamilan tidak dibenarkan. Pasalnya, di dalam obat anti nyamuk terkandung bahan kimia aktif dan termasuk dalam golongan pestisida. Zat kimia ini akan menimbulkan efek samping, salah satunya yaitu dapat memicu terjadinya kerusakan saraf. Bahkan obat nyamuk yang disemprot mengandung minyak tanah yang akan memicu terjadinya kerusakan ginjal janin yang dikandung. Sedangkan untuk obat nyamuk dalam bentuk lotion yang dioles pada kulit mengandung korosif. Dimana korosif tersebut dapat diserap oleh kulit dan menjadi racun dalam tubuh. 
Mengetahui seperti itu, penggunaan obat nyamuk selama masa kehamilan, baik itu obat nyamuk bakar, listrik, semprot, lotion sangat tidak disarankan digunakan selama masa kehamilan.
Untuk menghindari gigitan nyamuk, ibu hamil dapat memanfaatkan kelambu di tempat tidur atau memasang kasa di setiap ventilasi rumah. Agar lebih aman, ibu dapat menggunakan minyak kayu putih sebagai obat anti nyamuk.

8.  Melakukan Diet Selama Kehamilan

Diet tidak disarankan dilakukan selama kehamilan. Selain membahayakan ibu hamil, diet yang dilakukan selama kehamilan dapat membahayakan janin yang dikandung. Ketika ibu melakukan diet selama masa kehamilan, maka akibatnya akan kekurangan vitamin, mineral dan zat lainnya yang diperlukan selama masa kehamilan. Keadaan perut ibu akan semakin membesar selama masa kehamilan. Karena seperti itu, diet yang dilakukan tidak ada gunanya sama sekali, justru hanya akan membahayakan.

9. Melewati Jalan Jelek

Selama ini beredar anggapan bahwa ibu yang sedang hamil dilarang mengendarai mobil atau sepeda motor karena akan mempengaruhi kehamilan. Anggapan tersebut tidak benar, karena yang tidak boleh dilakukan ibu hamil bukan mengendarai sepeda motor atau mobil, akan tetapi tidak boleh mengendarainya dengan melewati jalan yang jelek. Pasalnya, akan menyebabkan terjadinya guncangan pada kehamilan itu sendiri. Apabila ibu hamil terlalu sering mengalami guncangan, maka akibatnya akan menimbulkan trauma pada kehamilan. Selain itu, akan mengakibatkan otot punggung, pinggang, paha dan perut ibu hamil mengalami peregangan sehingga efeknya ibu hamil akan mudah sekali mengalami kelelahan. 
Jika ibu terpaksa harus melalui jalan yang jelek, maka mengurangi kecepatan dapat dilakukan atau mencari jalan yang lebih baik merupakan pilihan yang tepat. Jika kehamilan ibu semakin membesar atau ketika usia kehamilan 7 bulan ke atas sebaiknya ibu tidak mengendarai mobil, ketika perut ibu semakin membesar dikhawatirkan dapat mengganggu ketika ibu mengendarai steer, akibatnya ibu merasa tidak nyaman.

10.  Melakukan Perawatan Rambut Kimiawi

  • Selama kehamilan, sebaiknya ibu menghindari perawatan rambut kimiawi seperti melakukan rebonding, mengkriting rambut atau merubah warna rambut dengan menggunakan cat rambut. Pasalnya, bahan kimia yang terkandung dalam produk perawatan rambut tersebut dapat masuk ke dalam pori-pori kulit kepala, kemudian masuk ke dalam aliran darah ibu dan akan sangat berbahaya untuk janin yang dikandung. Sehingga akibatnya dapat meningkatkan risiko janin lahir dengan kondisi cacat.
  • Selain itu, penggunaan cream hair removers sebaiknya dihindari selama kehamilan. Cream hair removers mengandung bahan kimia yang mudah diserap oleh kulit, yang mana akan membahayakan janin dalam kandungan.

11.  Perawatan Kulit

  • Lotion dan pembersih kulit yang di dalamnya terkandung asam salisilat sebaiknya dihindari selama masa kehamilan berlangsung. Pasalnya, jika ibu menggunakan dalam dosis yang tinggi dapat menyebabkan cacat janin.
  • Tabir surya dengan perlindungan kimia yang mengandung avobenzone dan oksibenzon akan mudah diserap oleh kulit. Penggunaan produk perawatan ini dapat mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan sehingga ibu hamil harus menghindari penggunaannya.
  • Produk pemutih kulit dengan kandungan hydroquinone. Bahan kimia tersebut dapat mempengaruhi enzim yang terdapat dalam tubuh, serta akan menahan bahan alami yang dibutuhkan oleh janin dalam kandungan. Selain itu, produk pemutih yang mengandung bahan sintetis harus dihindari karena dapat membuat ibu mengalami alergi.
  • Produk perawatan kulit yang mengandung parabens. Berdasarkan penelitian senyawa ini dapat menyebabkan terganggunya sistem reproduksi bayi laki-laki.

12.  Obat Jerawat

  • Obat jerawat yang di dalamnya terkandung Retinol A memiliki fungsi untuk mengelupaskan kulit yang sudah mati. Perlu diketahui, penggunaan jenis obat jerawat ini dalam dosis yang tinggi dapat menyebabkan perkembangan bayi menjadi terhambat.
  • Obat jerawat yang di dalamnya terkandung Benzoil Peroksida. Obat jerawat ini masuk ke dalam kategori C. Penelitian mengenai obat jerawat ini telah dilakukan pada hewan, yang hasilnya dapat menimbulkan efek buruk pada janin. Meskipun begitu belum ada studi yang terkontrol pada wanita.
  • Obat jerawat yang mengandung hidrokortison dapat menyebabkan bayi lahir dengan keadaan cacat, bahkan janin dalam kandungan dapat mengalami keracunan.
  • Obat jerawat yang di dalamnya terkandung accutane. Penggunaan obat jerawat ini dilakukan dengan cara oral. Sebaiknya hindari penggunaan obat ini selama masa kehamilan karena dapat menyebabkan bayi lahir dengan keadaan cacat atau meningkatkan risiko janin lahir cacat.
  • Obat jerawat yang digunakan untuk perawatan wajah yang di dalamnya mengandung salicylic acid dapat menyebabkan terjadinya komplikasi pada ibu hamil.

13.  Menikur Pedikur

  • Kuku yang cantik dan indah merupakan dambaan setiap wanita. Untuk mendapatkan kuku seperti itu wanita rela melakukan berbagai perawatan, meskipun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Perawatan yang dapat dilakukan untuk memperindah dan mempercantik kuku yaitu dengan melakukan menikur dan pedikur. Namun, selama masa kehamilan menikur dan pedikur sebaiknya dihindari. Dalam cat kuku tertentu terkandung phathalates. Dimana bahan kimia tersebut dapat menimbulkan permasalahan pada sistem reproduksi.
  • Basecoat, top coat dan aseton merupakan bahan cat kuku yang jika terhirup akan mempengaruhi kehamilan. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa banyak terjadi gangguan kesehatan kehamilan, seperti misalkan bayi lahir cacat atau meninggal yang dialami oleh para pekerja salon yang bekerja ketika mereka sedang hamil.
Itulah beberapa pantangan untuk ibu hamil. Agar kesehatan ibu dan janin yang dikandungb terjaga maka dari itu, hindari segala pantangan-pantangan tersebut. semoga informasi ini bermanfaat.

Saturday, 17 December 2016

HINDARI INI AGAR TIDAK KOLESTEROL DAN ASAM URAT


Penyakit asam urat sering kali dikaitkan dengan kolesterol. Karena kedua penyakit ini berhubungan dengan asupan dan pola makan.
Banyak orang yang berusia diatas 30 tahun keatas menderita penyakit asam urat. Penyakit ini tidak dapat disepelekan. karena asam urat bukanlah penyakit yang ringan, rasa sakit yang diberikan oleh penyakit ini bahkan sangat menyiksa saat sedang kumat. Oleh karena itu, ada beberapa makanan yang harus dihindari untuk dikonsumsi.

SEBAB PENYAKIT
Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan kristal yang terdapat pada persendian yang terjadi karena kadar asam urat yang ada didalam tubuh terlalu banyak atau berlebihan. 
MAKANAN YANG PERLU DUHINDARI
Banyak dokter yang menyarankan agar penderita asam urat juga memperhatikan asupan makanan agar kolesterol juga masih terjaga, Ada beberapa makanan yang harus dihindari, hal ini dilakukan sebagai pencegahan dini agar penyakit asam urat tidak memberikan rasa sakit berlebihan.
Berikut makanan yang perlu duhindari bagi penderita asam urat:
– Daging  : daging kuda, daging sapi dan daging kambing.
– Seafood : cumi-cumi, kepiting, sotong, ikan sarden, tiram, kerang, remis, ikan teri dan udang.
– Bebek : angsa dan kalkun.
– Jeroan : limpa, hati, otak, usus, paru dan ginjal.
– Ekstrak daging : abon dan dendeng daging.
– Makanan kaleng : kornet, sarden dan lain-lain.
– Makanan gorengan : semua makanan yang digoreng, baik dengan minyak ataupun dengan margarin.
– Sayuran : jamur kuping, daun pepaya, buncis, bayam, daun singkong, kembang kol dan asparagus.
– Kacang-kacangan : kacang tanah, melinjo, kacang hijau, kacang kedelai (tempe, tahu, tauco dan oncom).
– Lain-lain : kaldu, keju, kuah daging, es krim, telur dan air kelapa.
Dengan menghindari makanan-makanan tersebut,  dapat mencegah timbulnya rasa sakit yang sangat menyiksa. 
RASA SAKIT YANG DISEBABKAN OLEH PENYAKIT INI
Rasa sakit dari penyakit asam urat dapat berupa rasa nyeri, panas, persendian bengkak dan kaku serta terasa seperti meradang.
GEJALA PENYAKIT INI
Untuk mengetahui gejala yang ditimbulkan penyakit asam urat adalah sebagai berikut:
– Saat pagi hari bangun tidur dan juga malam hari sebelum tidur sendi akan terasa nyeri.
– Sendi terasa ngilu, linu dan sering merasa kesemutan, bahkan jika parah bagian yang terkena asam urat akan memerah dan membengkak.
– Sering kali merasakan nyeri secara berulang kali.
– Sendi yang diserang yaitu sendi jari tangan, jari kaki, tumit, siku, dengkul dan juga pergelangan tangan.
– Jika asam urat sudah parah maka persendian akan terasa sakit yang tidak tertahankan saat akan digerakkan.
Dari seluruh penderita asam urat, separuh darinya mengalami masalah dengan kolesterol atau mengalami kegemukan. Penyakit asam urat banyak diderita oleh orang yang berumur 30 tahun keatas, meskipun tidak menutup kemungkinan juga menyerang orang yang berusia dibawah 30 tahun. Demekian informasi mengenai penyakit Kolesterol dan Asam Urat ini, mudah-mudahan dengan menjaga asupan dan pola makan, kita bisa terhindar dari penyakit ini. Semoga Informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

MENGATASI BENTUK KEPALA PEYANG PADA BAYI


Pasangan suami istri atau orangtua yang baru mempunyai bayi sering dikagetkan ketika melihat bentuk kepala bayi nya yang baru berumur beberapa bulan bentuknya peyang atau tidak simetris. Kekhawatiran orang tua tersebut tak hanya karena mempengaruhi sisi penampilan bayi nya, tetapi orangtua mengkhawatirkan apakah bentuk kepala yang peyang akan mempengaruhi kesehatan dan otak bayi nya itu.

Kita akan membahas apakah penyebab terjadinya kepala peyang pada bayi, dan bagaimana solusi untuk mengatasinya


Penyebab Kepala Bayi Peyang:
Sebenarnya apa saja penyebab kepala bayi jadi peyang?
1. Gangguan bentuk kepala bayi dapat disebabkan karena Craniosynostosis, yaitu sebuah kondisi dimana bayi memiliki bentuk kepala yang tidak normal, akibat pembentukan dan penyatuan yang terlalu dini (awal) pada bagian tulang-tulang kepalanya. Umumnya, tulang-tulang kepala bayi baru akan menutup saat usianya mencapai hampir 2 tahun (18 bulan), sehingga memungkinkan otaknya untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Namun, bila tulang-tulang pada kepala bayi menutup terlalu dini (cepat/awal), maka dampaknya tak hanya akan mempengaruhi bentuk kepala bayi, namun juga akan mempengaruhi dan menghambat pertumbuhan otak bayi. Apabila Craniosynostosis yang menjadi penyebab peyang pada kepala bayi Anda, segera lakukan tindakan medis karena hal ini berbahaya, yakni dapat menyebabkan penekanan pada otak bayi Anda dan mengganggu pertumbuhan otaknya.
2. Bentuk kepala bayi yang peyang juga dapat disebabkan karena adanya penekanan pada kepala bayi saat proses kelahiran. Selama proses kelahiran, kepala bayi dengan kondisi tulang tengkoraknya yang belum kokoh atau rapuh, melewati terowongan sempit pada tulang panggul sehingga bentuknya berubah. Pada kasus seperti ini, kepala bayi biasanya akan kembali berbentuk bulat normal dalam waktu sekitar enam minggu setelah kelahiran. Tapi terkadang, pada beberapa kasus, kepala bayi tidak kembali ke bentuk normal dan bentuk kepala di bagian belakang atau sisi kepalanya berbentuk rata. Kondisi kepala bayi berbentuk asimetris atau tidak rata ini dikenal dengan istilah deformational plagiocephaly atau flat head syndrome.
3. Kepala bayi peyang juga dapat disebabkan karena adanya tekanan pada satu sisi kepala bayi secara signifikan dan terus-menerus. Hal ini biasanya disebabkan karena bayi terus-menerus tidur dalam posisi telentang saja, sehingga bagian kepala yang paling banyak dan sering mendapatkan tekanan adalah bagian belakang kepala bayi. Hal tersebut membuat bagian belakang kepala bayi menjadi rata atau peyang. Kondisi seperti ini disebut denganpositional plagiocephalyKepala bayi baru lahir belum menyatu tulang-tulangnya, jaringan-jaringannya belum tumbuh, masih longgar, dan banyak air. Hingga, bila ada tekanan pada satu sisi yang signifikan dan terus-menerus, menyebabkan kepalanya jadi peyang. Tapi, begitu tekanan pada satu sisi ini hilang, peyangnya juga hilang karena tengkoraknya masih berkembang dan tumbuh.
Apakah bentuk kepala bayi yang peyang akan kembali normal dengan sendirinya? 
Pada hampir sebagian besar kasus, bentuk kepala yang peyang tersebut perlahan-lahan akan membaik dengan sendirinya, seiring dengan semakin bertambahnya usia bayi/anak. Namun, mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama dan mungkin juga perbaikannya tidak akan benar-benar sempurna. Bentuk kepala bayi Anda masih akan terus berubah sampai usia 18 bulan. Hal ini karena sambungan antar tulang-tulang tengkorak yang terdiri dari tulang rawan dan ubun-ubun baru mulai mengeras di usia 9 bulan dan menutup sempurna pada usia 18 bulan. Apabila bayi Anda masih berada dalam rentang usia ini, artinya Anda masih memiliki kesempatan untuk melakukan koreksi terhadap bentuk kepala bayi Anda yang tampak rata atau peyang.
Cara mencegah dan mengatasi kepala bayi peyang
Masalah kepala bayi peyang sebaiknya harus segera ditangani segera setelah orangtua melihat adanya tanda kelainan pada bentuk kepala bayinya. Karena, semakin kecil usia bayi, maka akan semakin besar kemungkinan bentuk kepala bayi untuk bisa kembali normal.
  1. Beberapa hal berikut ini dapat mencegah sekaligus mengatasi masalah bentuk kepala bayi yang peyang:
    1. Sering mengubah posisi tidur bayi
      Sering-seringlah untuk mengubah-ubah posisi tidur bayi Anda. Artinya, jangan biarkan bayi Anda hanya tidur dengan satu posisi saja.
      Tidur hanya dalam satu posisi saja akan memberikan tekanan yang terus-menerus pada satu titik (bagian tertentu) pada kepala bayi, sehingga membuat bagian yang terus-menerus mendapat tekanan tersebut menjadi peyang atau rata.
      Sesekali posisikan bayi untuk tidur terlentang, sesekali ubah posisi tidurnya ke posisi tengkurap (tertelungkup), dan sesekali ubah posisi kepalanya saat tidur agar menghadap samping kanan atau kiri.
      Mungkin sebagian dari Anda merasa takut untuk menidurkan bayi dalam posisi tengkurap, karena pernah mendengar bahwa membiarkan bayi tidur dalam posisi tengkurap dapat meningkatkan risiko terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Hal tersebut memang benar. Menurut penelitian, SIDS memang banyak terjadi pada bayi yang suka tidur tengkurap. Kemungkinan kematian bayi disebabkan karena bayi tersedak atau tercekik saluran nafasnya sehingga napasnya berhenti.
      Tetapi, apakah itu artinya bayi benar-benar tidak boleh tidur dalam posisi tengkurap? Tentu saja tidak demikian. Bayi boleh-boleh saja untuk tidur dalam posisi tengkurap, asalkan tetap dalam pengawasan Anda (misalnya, saat bayi tidur pada siang hari), dan pastikan di sekitar bayi jangan sampai ada benda yang mengganggu atau menghalangi jalan pernafasannya.
    2. Gunakan bantal khusus untuk mencegah kepala bayi peyang
      Untuk mencegah kepala bayi jadi peyang karena sering tidur dalam posisi telentang, sebaiknya gunakan bantal khusus untuk bayi (biasa disebut bantal peyang). Penggunaan bantal tersebut dapat memperkecil kemungkinan timbulnya bentuk kepala yang peyang atau rata pada satu bagian sisi saja.
    3. Perbanyak Tummy Time
      Pada waktu bermain, sering-seringlah membaringkan bayi Anda dalam keadaan tengkurap dan bertumpu pada perutnya atau biasanya disebuttummy time. Posisi ini sangat baik untuk perkembangan bayi, karena selain sebagai terapi untuk mencegah peyang pada kepala bayi, posisi ini juga membuat otot lengan, leher, pundak, dan dada bayi jadi semakin kuat.
      Tapi, biasanya bayi kurang nyaman dengan posisi bermain tummy time ini, karena mereka masih belum memiliki kekuatan untuk menahan kepala mereka. Oleh karena itu, buatlah tummy time menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk bayi dengan meletakkan bayi di atas dada (posisi Anda dalam keadaan terlentang) atau Anda ikut memposisikan diri dalam keadaan tengkurap, ikut bermain dengan mainannya bersama-sama.
    4. Variasikan cara menggendong bayi
      Bayi yang sering tertidur dalam gendongan juga diduga dapat memiliki bentuk kepala yang peyang. Sebaiknya sering-seringah mengubah posisi gendongan Anda, jangan biarkan bayi tertidur pada posisi yang sama terlalu lama. Renggangkan juga ikatan gendongan bayi anda agar tidak terlalu kencang mengikat tubuhnya.
    5. Latih bayi agar sering mengubah posisi tubuhnya
      Bila Anda melihat bahwa salah satu sisi kepala bayi Anda tidak rata atau peyang, coba rangsang dan latih bayi Anda untuk mengubah posisi tubuhnya. Jangan biarkan bayi untuk berada dalam satu posisi yang sama terus-menerus, misalnya terus-menerus menghadap ke arah samping kanan, atau terus-menerus terlentang.
      Cara melatihnya, Anda dapat menggunakan mainan lucu dengan warna dan suara yang menarik perhatiannya. Gerakkan secara perlahan ke arah Anda dan biarkan si kecil memutar kepalanya dan merubah posisi tubuhnya.
      Singkirkan mainan yang tidak diperlukan dari tempat tidur bayi Anda, sehingga dia bisa bebas berpindah posisi atau tidak terbatas dengan posisi terlentang saja.
    6. Ubah posisi tempat tidur bayi
      Berikan bayi Anda pandangan baru dengan mengubah posisi tempat tidurnya, supaya ia dapat melihat dari sisi yang berbeda-beda. Misalnya dengan meletakkan posisi tempat tidur bayi pada tempat yang berlawanan dengan arah pintu. Sehingga saat Anda datang, bayi Anda akan memutar kepalanya untuk melihat ke arah Anda datang.
    7. Sering ganti posisi saat menyusui bayi
      Beberapa kasus kepala peyang pada bayi dapat disebabkan karena bayi tidur semalaman menghadap ke satu sisi saja, sambil menyusu pada ibunya. Bila dibiarkan terus-menerus, kebiasaan seperti ini dapat membuat kepala bayi menjadi peyang.
      Oleh karena itu, untuk mencegah dan mengatasinya, ketika menyusui bayi Anda (terutama bila Anda menyusui bayi dengan posisi sambil tidur/tiduran), selalu biasakan untuk mengganti-ganti posisi menyusui di kanan dan kiri untuk mencegah agar kepala bayi tidak peyang.
    8. Menggunakan helm khusus
      Apabila perubahan posisi tidur bayi dan cara-cara di atas tidak berhasil, anda dapat mencoba menggunakan metode tertentu untuk mengatasi kepala bayi peyang, yaitu menggunakan helm khusus (cranial remoulding orthosis) yang diklaim dapat memperbaiki bentuk kepala bayi yang abnormal. Beberapa rumah sakit di luar negeri disebut-sebut sudah banyak yang menggunakan helm ini untuk mengobati kasus-kasus kelainan bentuk kepala bayi. Pengobatan umumnya membutuhkan waktu antara 3 sampai 4 bulan, tetapi bervariasi tergantung pada usia bayi dan tingkat keparahan dari asimetri tengkorak kepalanya.
    Apakah kepala peyang pada bayi berbahaya?
    Untuk jenis peyang tertentu, yaitu positional plagiocephaly bisa dikatakan tidak berbahaya dan tidak akan menimbulkan kerusakan otak atau gangguan pada tumbuh kembang otak bayi.
    Selama Anda melihat bahwa tidak ada gangguan dan keterlambatan pada tumbuh kembang bayi Anda, maka Anda tak perlu cemas dan khawatir dengan bentuk kepalanya yang peyang. Namun, mungkin dampaknya adalah akan mengganggu penampilannya saja, membuat kepala bayi kurang enak dilihat, karena ada salah satu bagian yang tidak simetris.
    Sementara untuk jenis peyang Craniosynostosis, dampaknya cukup berbahaya karena bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak. Menutupnya bagian tulang-tulang kepala bayi sebelum waktunya itu membuat otak bayi tidak dapat tumbuh dengan optimal, karena tidak memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Akibatnya, tentu saja pertumbuhan dan perkembangan otak bayi akan terganggu.
    Namun, Anda tak perlu terlalu khawatir, karena kondisi Craniosynostosis ini termasuk cukup jarang terjadi.
    Meskipun demikian, Anda harus tetap waspada dengan cara rajin memeriksa bagian-bagian kepala dan ubun-ubun kepala bayi. Bila pada usia sebelum 18 bulan ubun-ubun kepala bayi sudah menutup sempurna dengan keras, ada kemungkinan ia mengalami Craniosynostosis dan itu harus segera mendapatkan penanganan dari dokter. Tindakan operasi kepala mungkin saja diperlukan untuk kasus Craniosynostosis ini.

Friday, 16 December 2016

MENTAL BURUK PEROKOK


Aktivitas merokok sangat dipengaruhi oleh mental pelakunya...di tinjau dari segi apapun, merokok adalah aktivitas yang merugikan. baik merugikan si pelaku maupun merugikan lingkungan sekitarnya. hal yang sangat gamblang dan sudah biasa dibahas adalah dampak terhadap kesehatan fisik si perokok, dan yang lebih tidak baik lagi adalah dampak terhadap mental si perokok itu sendiri.
dalam artikel ini akan kita bahas dampak negatif untuk pembentukan mental seorang perokok & dampak terhadap lingkungan nya.

DAMPAK NEGATIF TERHADAP PEMBENTUKAN MENTAL & LINGKUNGANNYA, Antara lain adalah sebagai berikut :

1. Berbohong & membangkang
Seorang anak mulai membangkang nasehat dari orangtua & guru nya yang melarang merokok, anak mulai sembunyi-sembunyi dan berbohong bahwa dirinya tidak merokok, padahal dia merokok.

2. Keras kepala
Seorang perokok cendrung selalu tidak menerima dan tidak menghiraukan nasehat ataupun perhatian dari orang lain, serta cendrung mencari jawaban & pembenaran-pembenarannya sendiri, jawaban yang paling sederhana dan kerap kali diutarakan oleh para perokok adalah diantaranya seperti berikut :

  • kalau sudah jadi perokok pasti susah berhenti ga seperti membalikan telapak tangan", 
  • kalau tidak ada yang merokok nanti perusahaan rokok bangkrut, dan banyak pekerja yang kerja di pabrik rokok di PHK, pemasukan negara besar dari perdagangan rokok" .
Padahal mau berhenti atau tidaknya adalah tergantungan niat keseriusan serta usaha untuk berhenti, dan pemasukan negara tidak satu-satunya dari pabrik rokok, justru negara-negara yang maju, masyarakatnya mayoritas tidak merokok, malah mereka mengekspor produksi rokoknya ke negara lain yang dianggap konsumtif.

3. Boros, tidak bijaksana, egois, tidak realistis
Seorang perokok dari kalangan ekonomi rendah terkadang lebih mementingkan membeli rokok dibanding hal yang pokok untuk kehidupan keluarganya. Sebagian dari penghasilannya terserap untuk membeli rokok yang akhirnya tidak bisa menabung, jadi tidak memperhatikan kebutuhan gizi  makanan keluarga, biaya pendidikan anak jadi tersendat, tidak bersedekah, dan lain-lain. Pada posisi ini seorang perokok sangat tidak bijaksana dalam mengelola keuangan & menentukan mana yang lebih utama ketimbang kebutuhan dirinya sendiri

4. Jorok & tidak disiplin
Perokok sering membuang puntung rokok tidak pada tempatnya, sering sekali ditemui bertebaran dimana-mana, di jalan-jalan, dan yang paling bikin kesal kalau melihat puntung rokok ditutup saluran pembuangan air pada kamar mandi. Perokok juga sering tidak mematuhi tata tertib yang ada pada suatu tempat, terkadang sudah ada papan atau famplet yang menunjukan dilarang merokok, tapi tetap saja masih banyak perokok yang bandel. Begitu pula ketika sedang bekerja, perokok sering menyelang waktu kerjanya untuk merokok, sehingga pekerjaannya menjadi lambat

5. Tidak menghormati orang yang tidak merokok
 Seorang perokok sering tidak tahu menempatkan diri dan menghormati orang lain, merokok dimana saja dan seenaknya saja, tidak perduli asap rokok nya akan mengganggu orang lain yang tidak merokok

6. Membahayakan lingkungan
Perokok sering lupa untuk mematikan puntung rokoknya, sehingga jika puntung rokok tersebut dibuang ketempat yang banyak barang atau zat yang mudah terbakar, bisa terjadi kebakaran. Asap rokok juga bisa membahayakan kesehatan orang lain yang tidak merokok, ibu hamil, dan terutama bayi

7. Budaya Suap menyuap
Dalam kebiasan adat ketimuran, orang-orang dalam melancarkan urusannya sering sekali melakukan praktek suap kepada petugas pelayanan disuatu perusahaan atau lembaga dengan memberi rokok atau uang rokok.

8. Jadi dasar perhitungan pembayaran upah bagi pekerja
Terkadang para pencari kerja sering menghitung besar pembayaran upah yang ingin diterimanya mencakup biaya rokok hariannya, mereka menghitung biaya rokok sebagai salah satu indikator dalam perhitungan biaya operasional kerjanya, biaya operasional kerja selain uang makan dan uang bensin, termasuk uang rokok.

9. Bekerja dan membantu jadi tidak ikhlas
Sering sekali seseorang membantu dan bekerja ingin mendapat imbalan rokok

10.Sering meminta
Ketika perokok tidak punya uang, sering sekali meminta kepada temannya

11. Tidak bisa memberi contoh untuk tidak merokok kepada anak-anak
Orangtua yang merokok, akan sulit menasehati dan melarang anak-anaknya untuk tidak merokok, karena dia sendiri masih merokok, sehingga dia tidak bisa mencontohkan/atau menjadi teladan bagi anak-anaknya

12. Tidak bersabar dan tidak bisa menahan hawa nafsu
Cendrung lebih mengikuti nafsunya untuk merokok ketimbang harus menahan keinginan nya

13. Tidak perduli terhadap tubuh sendiri
Cendrung lebih memilih kenikmatan sesaat dibanding kesehatannya

14. Generasi muda yang urakan dan tidak sehat
Dimana-mana sering sekali melihat anak-anak kecil yang masih bersekolah di SD menghabiskan uangnya untuk membeli rokok dibanding membeli minuman atau makanan sehat, mereka merasa gagah dan bangga dengan kelakuannya itu, merokok didepan umum sudah tidak takut & tidak menghargai orang dewasa disekelilingnya

15. Lemah niat dan lemah usaha
Orang yang sudah kecanduan sulit berhenti karena niat nya tidak tulus dan usahanya yang tidak gigih. Tidak ada kata tidak mungkin untuk berhenti merokok jika benar-benar ingin berhenti dan berusaha sekuat tenaga.

16. Tidak percaya diri
Dalam beraktivitas tidak bisa terlepas dari rokok, sedang kerja, sedang berpikir, sedang gelisah, habis makan, selalu merokok. seolah-olah tidak mampu hidup tanpa rokok.


Sebenarnya masih banyak sekali dampak negatif bagi mental perokok jika digali lebih dalam lagi. Meskipun tidak semua perokok bersikap / bermental seperti hal di atas. Artikel ini tidak bermaksud menyudutkan para perokok, Mudah-mudahan artikel ini bisa merubah mindset para perokok untuk tidak bersikap negatif seperti hal diatas.