Negara-negara maju seperti jepang dan amerika sangat gencar
dalam memproduksi film animasi & film bertema futuristik, karena selain prospek
bisnisnya yang sangat bagus, juga dalam rangka membangun generasi yang
kreatif dan berjiwa heroik.
Salah satu cara menciptakan generasi yang kreatif dan berjiwa heroik adalah
dengan membiarkan anak-anak menonton film animasi, film superhero, film sains
fiction, dan film bertema futuristik yang dapat menstimulasi imajinasi anak & kepribadiannya. Tentu
saja dengan tetap didampingi, diawasi dan di arahkan oleh orangtua.
Orang tua berkewajiban untuk mengarahkan si anak agar mengambil hal-hal positif dari menonton film animasi & film bertema futuristik tersebut, misalnya si anak diarahkan untuk belajar menganalisa bagaimana film animasi itu dibuat dengan segala kecanggihan spesial efek, gambar dan ceritanya yang memukau. Si anak juga diarahkan untuk menyerap intisari yang tersirat dari film-film bertema kepahlawanan, film bertema semangat dalam mencapai cita-cita. anak-anak dibimbing agar bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar.
Akan tetapi realita yang terjadi pada masyarakat adalah para
orang tua yang awam sering sekali melarang anak-anaknya untuk menonton film
animasi dan film yang bertema futuristik. Kebanyakan para orang tua beranggapan
bahwa apabila anak-anak sering menonton film animasi & futuristik, akan memiliki sifat kekanak-kanakan dan sering berkhayal, belum lagi menurut orang tua yang
awam, konten film yang bertema superhero kerap kali menampilkan adegan
berkelahi yang dianggap berdampak buruk terhadap pembentukan karakter anak.
Padahal kalau ditinjau dari sisi lain, banyak sekali pengaruh
positif dari film animasi & futuristik. Misalnya pengaruh terhadap
pembentukan daya kreasi anak, semangat juang, rasa tanggung jawab, rasa
kepahlawanan, dan lainnya. Karena isi cerita yang selalu ditampilkan dalam
film-film animasi kebanyakan tentang tema pahlawan pembela kebenaran, tentang bagaimana berusaha berjuang mencapai impian, tentang gambaran
teknologi - teknologi yang belum ada saat ini, dan lainnya.
Semua itu akan
menstimulasi kreatifitas & kepribadian anak, karena anak-anak diajak untuk berimajinasi, diajarkan tentang berusaha mencapai cita-cita serta membela kebenaran.
Suatu produk tercipta karena adanya ide, sedangkan ide berawal
dari imajinasi. ada peribahasa "Semua berawal dari imajinasi"
IMAJINASI
Imajinasi secara umum, adalah
kekuatan atau proses menghasilkan citra mental dan ide. Imajinasi merupakan
suatu gambaran (citra) yang dihasilkan oleh otak seseorang.
Istilah ini secara
teknis dipakai dalam psikologi sebagai proses membangun kembali persepsi dari suatu benda yang terlebih dahulu
diberi persepsi pengertian. Sejak penggunaan istilah ini bertentangan dengan
yang dipunyai bahasa biasa, beberapa psikolog lebih menyebut proses ini sebagai
"menggambarkan" atau "gambaran" atau sebagai suatu
reproduksi yang bertentangan dengan imajinasi "produktif" atau
"konstruktif".
Gambaran citra
dimengerti sebagai sesuatu yang dilihat oleh "[[mata pikiran]]".
Suatu hipotesis untuk evolusi imajinasi manusia ialah bahwa hal itu
memperbolehkan setiap makhluk yang sadar untuk memecahkan masalah (dan oleh
karena itu meningkatkan fitnes) perseorangan oleh
penggunaan simulasi jiwa.
IMAJINASI
DAN KENYATAAN
Kita seringkali salah persepsi
dalam memahami makna imajinasi. Dalam kenyataannya, imajinasi adalah sebuah
kerja akal dalam mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang
pernah dilihat, dengar, dan rasakan. Dengan imajinasi, manusia mengembangkan
sesuatu dari kesederhanaan menjadi lebih bernilai dalam pikiran. Ia dapat
mengembangkan sesuatu dari Ciptaan Tuhan dalam pikirannya. Dengan tujuan untuk
mengembangkan suatu hal yang lebih bernilai dalam bentuk benda, atau sekadar
pikiran yang terlintas dalam benak. Alfan Arrasuli (2001)
Adapun
istilah dari Imajinasi Dalam mengerjakan soal Fisika adalah berpikir secara
abstrak apa yang telah tertulis dan tersirat.
Imajinasi
adalah gambaran dan visualisasi dari dalam otak yang berupa gambaran, suara,
dan rasa.(St. Gentlefolk (2013))
Manusia
dalam mengarungi perjalanan hidupnya senantiasa di penuhi rasa ingin tahu
tentang realitas yang berhubungan dengan dirinya dan alam ,sebab itu apa saja
yang di saksikannya selalu memotivasi dirinya untuk mengetahui lebih jauh dan
lebih dalam , pada tingkat ini kinerja akal manusia mulai mulai bergerak ke
arah yang lebih jauh memahami hakikat realitas wajud, penyaksian dan pengamatan
alam natural mulai bersifat imajinatif. Namun untuk sampai pada sebuah garakan
imajinasi yang tepat dan benar mestilah di dukung oleh prinsip-prinsip akal
TERCIPTANYA
PRODUK-PRODUK IMAJINATIF
Awal mula terciptanya suatu produk yang bernilai seni, produk
teknologi, ilmu pengetahuan dan lainnya, adalah karena adanya Imajinasi, lalu rasa
ingin tahu, yang kemudian ditunjang dengan semangat serta usaha untuk
mencapainya.
Salah satu contoh nyata produk dalam kehidupan kita sehari-hari
yang tercipta dari Imajinasi misalnya televisi (TV). Mungkin untuk orang-orang
jaman dahulu pada masa televisi belum ditemukan dan diciptakan, pasti semua
orang menganggap mustahil bahwa akan ada kotak yang bisa mengeluarkan gambar
dan suara. Akan tetapi dengan adanya Imajinasi tentang itu, kemudian melakukan
penelitian dan percobaan-percobaan tanpa putus asa, terciptalah suatu produk
Imajinatif itu.
Banyak sekali produk imajinatif yang sudah kita nikmati
manfaatnya dalam kehidupan kita hari ini, diantaranya seperti komputer,
internet, smart phone, dan sudah mulai banyak robot-robot yang terus
dikembangkan guna membantu dan bermanfaat dikehidupan manusia.
FILM ANIMASI, FILM
BERTEMA SUPERHERO & FUTURISTIK MENCIPTAKAN PELUANG BISNIS YANG SANGAT LUAS
Salah satu dampak positif dari film animasi dan film futuristik adalah dibidang bisnis yang dapat dikembangkan menjadi bisnis yang sangat luas. Itulah salah satu alasan negara-negara maju sangat gencarnya memproduksi
film animasi & futuristik itu.
Setiap film animasi pasti mempunyai karakter tokoh yang diciptakan sangat menarik
dari segi penampilan dan bentuknya. Karakter tokoh yang ada difilm tersebut
sangat bisa dijual dan dikembangkan ke bisnis lainnya, bukan hanya oleh
perusahaan film tapi juga bisa menciptakan peluang bisnis baru untuk masyarakat.
Misalnya dengan membuat pernak pernik yang bertema karakter film tersebut, seperti
membuat poster, membuat mainan, membuat baju, bedcover, bahkan ada yang dijadikan nama maupun bentuk makanan. Masih banyak sekali yang
bisa diexplor dangan memanfaatkan karakter tokoh-tokoh dari film animasi & futuristik tersebut.
Bukan hanya itu saja, efek dari terbukanya suatu peluang bisnis baru tersebut, akan menjalar kesemua lini usaha. Misalnya seseorang membuat produk baju karakter animasi, maka dengan otomatis akan banyak lini usaha yang terlibat dan mendapat untung, mulai dari penjual kain, penjahit, design gambar, tukang sablon, tukang cat sablon, dan semua unsur yang dibutuhkan dalam memproduksi produk baju tersebut. Ibarat gear yang saling berhubungan, satu bergerak maka semua akan ikut bergerak. Maka roda perekonomianpun akan berputar.

Mudah-mudahan di Indonesia bisa mengikuti jejak
negara-negara maju tersebut, dan mengurangi film-film yang bertajuk hantu yang bisa memundurkan pola pikir generasi bangsa. Bisa-bisa anak-anak
muda lebih cenderung tertarik kepada hal-hal klenik dan mistis dari pada maju
kreatif menciptakan produk imajinatif yang baru. Serta film-film bertema hantu tersebut
tidak terlalu banyak dapat di explor untuk bisnis. Anda bayangkan kalau tokoh
dalam film hantu seperti pocong di jadikan bedcover atau poster. Hiii sereeemm…
Dan semoga film sinetron, FTV, maupun film layar lebar yang bertema tentang
percintaan anak-anak kecil, anak umuran SD-SMP yang sudah berpacaran, dan gaya hidup glamor yang
sering ditampilkan di sinetron dapat semakin dikurangi. Karena sebetulnya film-film
seperti itulah yang merusak mental dan kepribadian generasi bangsa.