Wednesday, 21 December 2016

FILM ANIMASI & FUTURISTIK MEMBANGUN GENERASI YANG KREATIF SERTA BERJIWA HEROIK


Negara-negara maju seperti jepang dan amerika sangat gencar dalam memproduksi film animasi & film bertema futuristik, karena selain prospek bisnisnya yang sangat bagus, juga dalam rangka membangun generasi yang kreatif dan berjiwa heroik.

Salah satu cara menciptakan generasi yang kreatif dan berjiwa heroik adalah dengan membiarkan anak-anak menonton film animasi, film superhero, film sains fiction, dan film bertema futuristik yang dapat menstimulasi imajinasi anak & kepribadiannya. Tentu saja dengan tetap didampingi, diawasi dan di arahkan oleh orangtua.

Orang tua berkewajiban untuk mengarahkan si anak agar mengambil hal-hal positif dari menonton film animasi & film bertema futuristik tersebut, misalnya si anak diarahkan untuk belajar menganalisa bagaimana film animasi itu dibuat dengan segala kecanggihan spesial efek, gambar dan ceritanya yang memukau. Si anak juga diarahkan untuk menyerap intisari yang tersirat dari film-film bertema kepahlawanan, film bertema semangat dalam mencapai cita-cita. anak-anak dibimbing agar bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar. 

Akan tetapi realita yang terjadi pada masyarakat adalah para orang tua yang awam sering sekali melarang anak-anaknya untuk menonton film animasi dan film yang bertema futuristik. Kebanyakan para orang tua beranggapan bahwa apabila anak-anak sering menonton film animasi & futuristik, akan memiliki sifat kekanak-kanakan dan sering berkhayal, belum lagi menurut orang tua yang awam, konten film yang bertema superhero kerap kali menampilkan adegan berkelahi yang dianggap berdampak buruk terhadap pembentukan karakter anak.

Padahal kalau ditinjau dari sisi lain, banyak sekali pengaruh positif dari film animasi & futuristik. Misalnya pengaruh terhadap pembentukan daya kreasi anak, semangat juang, rasa tanggung jawab, rasa kepahlawanan, dan lainnya. Karena isi cerita yang selalu ditampilkan dalam film-film animasi kebanyakan tentang tema pahlawan pembela kebenaran, tentang bagaimana berusaha berjuang mencapai impian, tentang gambaran teknologi - teknologi yang belum ada saat ini, dan lainnya. 

Semua itu akan menstimulasi kreatifitas & kepribadian anak, karena anak-anak diajak untuk berimajinasi, diajarkan tentang berusaha mencapai cita-cita serta membela kebenaran. 

Suatu produk tercipta karena adanya ide, sedangkan ide berawal dari imajinasi. ada peribahasa "Semua berawal dari imajinasi"

IMAJINASI
Imajinasi secara umum, adalah kekuatan atau proses menghasilkan citra mental dan ide. Imajinasi merupakan suatu gambaran (citra) yang dihasilkan oleh otak seseorang.
Istilah ini secara teknis dipakai dalam psikologi sebagai proses membangun kembali persepsi dari suatu benda yang terlebih dahulu diberi persepsi pengertian. Sejak penggunaan istilah ini bertentangan dengan yang dipunyai bahasa biasa, beberapa psikolog lebih menyebut proses ini sebagai "menggambarkan" atau "gambaran" atau sebagai suatu reproduksi yang bertentangan dengan imajinasi "produktif" atau "konstruktif".
Gambaran citra dimengerti sebagai sesuatu yang dilihat oleh "[[mata pikiran]]". Suatu hipotesis untuk evolusi imajinasi manusia ialah bahwa hal itu memperbolehkan setiap makhluk yang sadar untuk memecahkan masalah (dan oleh karena itu meningkatkan fitnes) perseorangan oleh penggunaan simulasi jiwa.

IMAJINASI DAN KENYATAAN
Kita seringkali salah persepsi dalam memahami makna imajinasi. Dalam kenyataannya, imajinasi adalah sebuah kerja akal dalam mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, dengar, dan rasakan. Dengan imajinasi, manusia mengembangkan sesuatu dari kesederhanaan menjadi lebih bernilai dalam pikiran. Ia dapat mengembangkan sesuatu dari Ciptaan Tuhan dalam pikirannya. Dengan tujuan untuk mengembangkan suatu hal yang lebih bernilai dalam bentuk benda, atau sekadar pikiran yang terlintas dalam benak. Alfan Arrasuli (2001)
Adapun istilah dari Imajinasi Dalam mengerjakan soal Fisika adalah berpikir secara abstrak apa yang telah tertulis dan tersirat.
Imajinasi adalah gambaran dan visualisasi dari dalam otak yang berupa gambaran, suara, dan rasa.(St. Gentlefolk (2013))
Manusia dalam mengarungi perjalanan hidupnya senantiasa di penuhi rasa ingin tahu tentang realitas yang berhubungan dengan dirinya dan alam ,sebab itu apa saja yang di saksikannya selalu memotivasi dirinya untuk mengetahui lebih jauh dan lebih dalam , pada tingkat ini kinerja akal manusia mulai mulai bergerak ke arah yang lebih jauh memahami hakikat realitas wajud, penyaksian dan pengamatan alam natural mulai bersifat imajinatif. Namun untuk sampai pada sebuah garakan imajinasi yang tepat dan benar mestilah di dukung oleh prinsip-prinsip akal

TERCIPTANYA PRODUK-PRODUK IMAJINATIF

Awal mula terciptanya suatu produk yang bernilai seni, produk teknologi, ilmu pengetahuan dan lainnya, adalah karena adanya Imajinasi, lalu rasa ingin tahu, yang kemudian ditunjang dengan semangat serta usaha untuk mencapainya.

Salah satu contoh nyata produk dalam kehidupan kita sehari-hari yang tercipta dari Imajinasi misalnya televisi (TV). Mungkin untuk orang-orang jaman dahulu pada masa televisi belum ditemukan dan diciptakan, pasti semua orang menganggap mustahil bahwa akan ada kotak yang bisa mengeluarkan gambar dan suara. Akan tetapi dengan adanya Imajinasi tentang itu, kemudian melakukan penelitian dan percobaan-percobaan tanpa putus asa, terciptalah suatu produk Imajinatif itu.

Banyak sekali produk imajinatif yang sudah kita nikmati manfaatnya dalam kehidupan kita hari ini, diantaranya seperti komputer, internet, smart phone, dan sudah mulai banyak robot-robot yang terus dikembangkan guna membantu dan bermanfaat dikehidupan manusia.

FILM ANIMASI, FILM BERTEMA SUPERHERO & FUTURISTIK MENCIPTAKAN PELUANG BISNIS YANG SANGAT LUAS

Salah satu dampak positif dari film animasi dan film futuristik adalah dibidang bisnis yang dapat dikembangkan menjadi bisnis yang sangat luas. Itulah salah satu alasan negara-negara maju sangat gencarnya memproduksi film animasi & futuristik itu.

Setiap film animasi pasti mempunyai karakter tokoh yang diciptakan sangat menarik dari segi penampilan dan bentuknya. Karakter tokoh yang ada difilm tersebut sangat bisa dijual dan dikembangkan ke bisnis lainnya, bukan hanya oleh perusahaan film tapi juga bisa menciptakan peluang bisnis baru untuk masyarakat. Misalnya dengan membuat pernak pernik yang bertema karakter film tersebut, seperti membuat poster, membuat mainan, membuat baju, bedcover, bahkan ada yang dijadikan nama maupun bentuk makanan. Masih banyak sekali yang bisa diexplor dangan memanfaatkan karakter tokoh-tokoh dari film animasi & futuristik tersebut.

Bukan hanya itu saja, efek dari terbukanya suatu peluang bisnis baru tersebut, akan menjalar kesemua lini usaha. Misalnya seseorang membuat produk baju karakter animasi, maka dengan otomatis akan banyak lini usaha yang terlibat dan mendapat untung, mulai dari penjual kain, penjahit, design gambar, tukang sablon, tukang cat sablon, dan semua unsur yang dibutuhkan dalam memproduksi produk baju tersebut. Ibarat gear yang saling berhubungan, satu bergerak maka semua akan ikut bergerak. Maka roda perekonomianpun akan berputar.


Mudah-mudahan di Indonesia bisa mengikuti jejak negara-negara maju tersebut, dan mengurangi film-film yang bertajuk hantu yang bisa memundurkan pola pikir generasi bangsa. Bisa-bisa anak-anak muda lebih cenderung tertarik kepada hal-hal klenik dan mistis dari pada maju kreatif menciptakan produk imajinatif yang baru. Serta film-film bertema hantu tersebut tidak terlalu banyak dapat di explor untuk bisnis. Anda bayangkan kalau tokoh dalam film hantu seperti pocong di jadikan bedcover atau poster. Hiii sereeemm…

Dan semoga film sinetron, FTV, maupun film layar lebar yang bertema tentang percintaan anak-anak kecil, anak umuran SD-SMP yang sudah berpacaran, dan gaya hidup glamor yang sering ditampilkan di sinetron dapat semakin dikurangi. Karena sebetulnya film-film seperti itulah yang merusak mental dan kepribadian generasi bangsa.

No comments:

Post a Comment